P5 Kewirausahaan di SMAN 1 Soppeng, Ciptakan Wirausahawan Muda

Menjadi seorang pengusaha sejak mengenyam pendidikan di sekolah bukanlah suatu hal yang mustahil. Seorang guru dapat melatih murid-muridnya untuk mendapatkan kemampuan yang dimiliki seorang pengusaha di sekolah. 

Pada Kurikulum Merdeka, kegiatan berwirausaha dilakukan di dalam pembelajaran P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Kegiatan berwirausaha ini dilakukan juga di SMAN 1 Soppeng.

Setiap bulan pada pekan akhir, SMAN 1 Soppeng melaksanakan kegiatan P5 tak terkecuali Kewirausahaan. Pada pembelajaran tersebut, siswa dapat berkreasi dan berinovasi dalam memasarkan dan menjual suatu produk di lingkungan sekolah. Ada banyak produk yang dijual oleh siswa, contohnya tahu goreng, es jeruk dan masih banyak lagi. Tentunya hal tersebut menjadi suatu kegiatan positif karena siswa belajar cara komunikasi yang baik, berkreasi, dan mampu berkolaborasi.

Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat, kewirausahaan bukan lagi keterampilan opsional, tetapi menjadi kebutuhan yang mendesak. Sekolah memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi inovatif yang mampu memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan di masa depan. Dengan mengintegrasikan konsep-konsep kewirausahaan ke dalam kurikulum, melibatkan siswa dalam kegiatan kewirausahaan, dan menciptakan lingkungan yang mendukung, sekolah dapat menjadi pilar utama dalam membangun kemampuan kewirausahaan dan menghasilkan generasi yang berdaya saing tinggi.

Komentar

  1. Tulisan yang menginspirasi, silakan lanjutkan menulis dengan ide lainnya.

    BalasHapus

Posting Komentar